Minggu, 16 November 2014
Jumat, 14 November 2014
AKTIVITAS KEGIATAN DILUAR SEKOLAH
Materi Olahraga Aktivitas di Luar Kelas
sabtu,15 Nopember 2014
Pendahuluan
Kejenuhan yang ditimbulkan karena selama ini proses pembelajaran selalu di lakukan di dalam kelas, merupakan latar belakang munculnya konsep belajar di luar kelas atau yang lebih dikenal dengan Aktivitas Luar Kelas. Pendidikan yang selalu dilakukan di kelas selama ini sangat berpotensi menimbulkan kebosanan bagi siswanya, sehingga pengembangan dari aktivitas luar kelas sangatlah perlu dilakukan. Karena aktivitas luar kelas bisa dijadikan sarana alternatif dalam peningkatan kualitas manusia yaitu melalui alam. Konsep belajar dari alam adalah mengamati fenomena secara nyata dari lingkungan dan memanfaatkan apa yang tersedia di alam sebagai sumber belajar (Hari Yuliarto FIK UNY). Melalui alam, bisa meningkatkan pola fikir dan sikap mental positif seseorang.
Dengan alam kita bisa melakukan apa saja termasuk mengembangkan pengetahuan dan melakukan proses belajar yang tidak kalah efektif dengan proses belajar yang dilakukan dalam kelas. Proses belajar pada kegiatan luar kelas pada dasarnya adalah dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh pengalaman langsung dalam rangka penguasaan terhadap:
1. Konsep bunyi dan pengetahuan yang berkaitan dengan manusia dan sumber-sumber alam
2. Kecakapan hidup yang menghasilkan kesehatan, sejahtera, kreatif dan refreshing way of living
3. Sikap positif yang merefleksikan harmoni manusia dan alam
dengan demikian kegiatan luar kelas memberikan elemen-elemen yang penting bagi masyarakat yang sehat, produktif dan abadi (Tandiyo Rahayu FIK UNNES 2009).
Pengertian Aktivitas Luar Kelas
Pendidikan luar kelas merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/ sekolah dan di alam bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan pertanian/ nelayan, berkemah, dan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan (Arief Komarudin, 2007). Dalam pengertian lain, Aktivitas Luar Kelas merupakan pendidikan yang dilakukan di luar ruang kelas atau di luar gedung sekolah, atau berada di alam bebas, seperti: bermain di lingkungan sekitar sekolah, di taman, di perkampungan nelayan/daerah pesisir, perkampungan petani/persawahan, berkemah, petualangan, sehingga diperoleh pengetahuan dan nilai-nilai yang berkaitan dengan aktivitas alam bebas (Tandiyo Rahayu FIK UNNES 2009). Dari dua pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa aktivitas luar kelas adalah proses pembelajaran yang dilakukan di luar kelas atau alam bebas, dengan memanfaatkan peralatan yang ada sehingga dapat memunculkan kreatifitas dan memperoleh pengetahuan serta rekreasi.
Konsep Utama dalam Pendidikan Luar Kelas
Melalui sudut pandang kependidikan, aktivitas pendidikan yang dilakukan di luar lingkungan sekolah atau di luar lingkungan formal persekolahan, setidaknya memuat 3 konsep utama, yaitu konsep proses belajar, aktivitas luar kelas dan lingkungan.
1. Konsep Proses Belajar
Belajar melalui aktivitas luar kelas adalah proses belajar interdisipliner melalui satu seri aktivitas yang dirancang untuk dilakukan di luar kelas. Pendekatan ini secara sadar mengeksploitir potensi latar alamiah untuk memberi kontribusi terhadap perkembangan fisik dan mental. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap hubungan timbal balik dengan alam, program dapat mengubah sikap dan perilaku terhadap alam.
2. Konsep Aktivitas Luar Kelas
Pendekatan ini menggunakan kehidupan di luar ruangan dan kegiatan berkemah, yang memberikan banyak kesempatan bagi siswa untuk memperoleh dan menguasai berbagai bentuk keterampilan dasar, sikap dan apresiasi terhadap berbagai hal yang terdapat di alam dan kehidupan sosial. Bentuk-bentuk kegiatan luar kelas dapat berupa: berkemah, mendaki gunung, menjelajah, memancing, memasak, mempelajari alam, tinggal di pedesaan, primitive living, kerajinan tangan dan lain sebagainya.
3. Konsep Lingkungan
Konsep lingkungan merujuk pada eksplorasi ekologi sebagai andalan mahluk hidup yang saling tergantung antara yang satu dengan yang lain. Tujuan utama program ini adalah untuk menjelaskan fungsi kita dalam alam semesta dan menunjukkan bagaimana menjaga kualitas lingkungan alam untuk kepentingan sekarang dan masa yang akan datang.
Tujuan Aktivitas Luar Kelas
Tujuan pendidikan yang secara umum ingin dicapai melalui aktivitas di luar ruang kelas atau di luar lingkungan sekolah adalah:
Membuat setiap individu memiliki kesempatan unik untuk mengembangkan kreativitas dan inisiatif personal
Menyediakan latar (setting) yang berarti bagi pembentukan sikap
Mengembangkan kesadaran, apresiasi dan pemahaman terhadap lingkungan alam dan bagaimana manusia memiliki relasi dengan hal tersebut
Membantu mewujudkan potensi setiap individu agar jiwa, raga dan spiritnya dapat berkembang optimal
Memberikan ‘konteks’ dalam proses pengenalan berkehidupan sosial dengan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan secara langsung
Memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan dan ketertarikan terhadap kegiatan-kegiatan luar kelas
Menumbuhkan pemahaman untuk secara bijak menggunakan dan melindungi lingkungan alam
Mengenalkan berbagai kegiatan di luar kelas yang dapat membuat pembelajaran lebih kreatif
Memberikan kesempatan yang unik untuk perubahan perilaku melalui penataan latar pada kegiatan
Memberikan kontribusi untuk membantu mengembangkan hubungan guru-murid yang lebih baik melalui berbagai pengalaman di alam bebas
Memberikan kesempatan untuk belajar dari pengalaman langsung melalui implementasi bebas kurikulum sekolah diberbagai area
Memanfaatkan sumber-sumber yang berasal dari lingkungan dan komunitas sekitar untuk pendidikan
Macam-Macam Olahraga Petualangan
Aktivitas luar kelas tidak lepas dari olahraga petualangan karena olahraga petualangan dilakukan di alam bebas yang sangat sesuai dengan konsep aktivitas luar kelas itu sendiri. Sekarang ini jenis-jenis olahraga petualangan sudah banyak dan berkembang pesat sekali. Berikut ini beberapa jenis olahraga petualangan:
1. Hiking
Hiking adalah kegiatan lintas alam. Menurut pakar latihan fisik di AS, hiking adalah cara yang menyenangkan untuk membentuk tubuh karena dilakukan di alam terbuka. Jadi bukan sekedar latihan aerobik yang efektif namun juga mampu membersihkan pikiran kita. Hiking menawarkan keseimbangan olah fisik dan olah pikiran.Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang betapa pentingnya kita menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk merefresh peserta dari kejenuhannya selama dalam bekerja. Selain untuk merefresh diri, kegiatan hiking juga akan sangat bermanfaat dalam menumbuhkan rasa kebersamaan diantara peserta hiking. Selama melakukan hiking, kita akan disuguhi dengan berbagai pemandangan alam yang menarik seperti adanya air terjun, kebun teh, kebun pinus dan lain-lain tergantung dimana melakukan hiking. Selain membuat tubuh lebih banyak keluar keringat, melihat pemandangan berbeda juga dapat memanjakan mata.
Perlengkapan dan peralatan dalam hiking
1. Perlengkapan Kelompok
Tenda
Kompor (bisa berbahan bakar spiritus atau gas), untuk parafin sekarang jarang digunakan
Nesting (panci untuk memasak)
Kamera (wajib) + baterai cadangan atau membawa power bank
2. Perlengkapan Pribadi
Tas gunung/carier
Tas daypack/ransel kecil (cadangan)
Jaket gunung (dobel)
Pakaian (kaos, celana panjang/pendek)
Matras
Sepatu hiking
Sandal gunung (cadangan)
Sleeping bag
Senter/headlamp
Tongkat (optional)
Kacamata (bening dan hitam)
Kompas dan peta (optional)
Jam tangan
Ponco/jas hujan
Kaos kaki (dobel)
Sarung tangan (dobel)
Topi rimba
Kerpus
Masker
Syal
Gaiter (penghalang pasir agar tidak masuk ke sepatu)
Korek api
Pisau lipat
Peralatan makan
Peralatan mandi
3. P3K
Tabung oksigen
Kapas
Tisu (basah dan kering)
Betadine
Alkohol
Obat diare (Norit)
Parasetamol
Obat Alergi (CTM)
Obat mata (visine)
Kain kassa/perban
Plester (Hansaplast)
Oralit
Minyak kayu putih
Sunblock
Teknik bertahan hidup di alam
Berasal dari kata survive, yang berarti berhasil/ mampu mempertahankan diri dari suatu keadaan buruk / kritis. Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan dirinya dalam keadaan yang buruk / krisis .
Sebelum melakukan survival kita lebih dahulu melakukan STOP yaitu :
S = Stop, berhenti
T = Thinking, mulai berfikir
O = Observasi, amati keadaan sekitar
P = Planning, buat rencana tentang tindakan atau usaha yang akan di lakukan
Huruf-huruf dalam kata Survival sendiri dapat kita jabarkan sebagai berikut
S=Size Up the Situation.( Menilai situasi)
Menyadari situasi, bahwa kita dalam kondisi bertahan hidup amatlah penting. Dengan begitu setiap gerakan dan perbuatan yang kita lakukan hanyalah untuk tujuan tersebut
U=Use All Your Senses,Undue Haste Makes Waste (gunakan semua Panca Indera,jangan membuat sampah)
Gunakanlah semua yang ada padamu. Namun janganlah bertindak terburu-buru tanpa terpikirkan dengan matang, karena cenderung akan sia-sia.
R=Remember Where You Are (Ingat,Dimana kamu)
Semakin kita mengingat dan mengenali dimana kita berada, makin mempercepat proses kita keluar dari kondisi survival.
V=Vanquish Fear and Panic (mengalahkan rasa ketakutan dan jangan panic)
Kuasai diri anda dari rasa takut dan panik, karena jika tidak itu makin memperburuk keadaan
I=Improvise ( Berimprovivasi)
Seorang survival dituntut pula bisa berimprovisasi. Baik dari benda yang ada di sekitarnya atau pun yang masih terbawa
V=Value Living ( Hargai hidup )
Haragi hidup. Dengan terus menyemangati jiwa anda bahwa anda harus terus hidup
A=Act Like the Natives ( Undang-Undang Seperti Pribumi )
Berusaha memahami adat, istiadat, tinglah laku sekitarnya juga sangat penting
L=Learn Basic Skills ( Pelajari Keterampilan Dasar )
Dengan memahami kemampan dasar seorang penggiat alam, khusunya ilmu survival akan sangat membantu kita lebih cepat mengatasi kondisi ini.
Factor – factor yang menjadi penyebab terjadinya survival :
- Kehabisan makanan
- Kehabisan minuman
- Kecelakaan dalam perjalanan
- Tersesat di daerah asing atau tidak di kenal
Ada beberapa permasalahan yang akan kita hadapi, yaitu masalah / bahaya yang ada di alam (bahaya obyektif), masalah yang menyangkut diri kita sendiri (bahaya subyektif). Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival:
1. Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, dll.
2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka, lelah, dll.
3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dll.
Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan survival, selain faktor keberuntungan (nasib baik/pertolongan Tuhan tentunya), yaitu:
• Semangat untuk mempertahankan hidup.
• Kesiapan diri.
• Alat pendukung.
Beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menghadapi survival :
Perlindungan terhadap ancaman :
• cuaca,
• binatang,
• makanan/minuman
• penyakit
Hiduplah dengan segala yang ada disekitar kita, jangan menggantungkan diri pada bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas.
Dalam kalimat diatas pedoman yang harus digunakan adalah pedoman untuk HARUS HIDUP yang berarti :
H - Hadapilah situasi sulit dengan tenang dan bijaksana
A - Akal merupakan senjata ampuh
R - Rasa takut harus dihilangkan
U - Usaha melepaskan diri dari berbagai hal
S - Semangat dan tekad untuk mepertahankan hidup
H - Hormati adat setempat
I - Istirahat
D - Jangan sampai terjebak
U - Usahakan selamat dan jaga kesehatan
P – Praktekkan.
Untuk mengatasi keadaan cuaca yang dingin atau panas adalah dengan membuat bivak atau tempat berlindung sebagai sarana perlindungan yang nyaman bagi kita dari ancaman faktor-faktor alam yang ekstrim, selain itu agar badan kita tetap nyaman, usahakan selalu memakai pakaian yang kering.
2. Bungee Jumping
Lompat bungee (bungee jumping) adalah sebuah aktivitas di mana seseorang melompat dari sebuah tempat tinggi (biasanya beberapa ratus kaki/meter) dengan satu ujung dari tali elastis yang ditempel di badan atau pergelangan kaki dan ujung talinya satunya terikat ke titik lompatan. Ketika seseorang melompat, tali tersebut tersebut akan melar setelah mengambil energi dari lompatan, dan peloncat akan terlontar balik ketika tali tersebut memendek. Peloncat akan berosilasi naik dan turun sampai energi dari loncatan habis.Kata bungee (dibaca banji) pertama kali digunakan pada tahun 1930 dan merupakan nama dari penghapus karet.
3. Surfing
Surfing atau berselancar Merupakan salah satu kegiatan paling sulit untuk dikuasai. Olahraga ini memang mengasyikkan. Berdiri di papan selancar dan bersahabat dengan ombak tentunya memberikan pengalaman berbeda bagi sebagian orang. Anda bisa menari dalam gulungan ombak, menikmati terik matahari, dan asinnya air laut. Meski demikian, Anda harus tetap waspada dengan segala resikonya. Ada prosedur standar yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan olahraga ekstrim yang memacu adrenalin ini. Tapi jangan khawatir, sekarang ini banyak tempat wisata yang menawarkan program latihan surfing. Olahraga ini menantang sekaligus akan menyehatkan tubuh. Selain membuat tubuh lebih fit, surfing juga akan membentuk lengan, dada, dan punggung, saat Anda mendayung ke di atas ombak.
Perlengkapan dasar surfing
Awalnya, papan surfing terbuat dari kayu berbentuk seperti papan setrika. Ujung depannya (nose) agak bundar setengah lingkaran,dan ekornya (tail) rata. Seiring waktu, jenis papan surfing jadi beragam.
Itu mempermudah surfer saat bermain surfing. Para surfer sesuaikan papan mereka atas dasar jenis ombak, berat badan, dan level kemampuan. Biasanya, papan surfing terbagi atas ukuran feet dan inch.
Pakaian surf dapat terdiri dari baju surf dan celana surf atau hanya dengan menggunakan celana surf saja. Mungkin ada beberapa orang yang memang lebih nyaman surfing bertelanjang dada daripada harus mengenakan kaos surf lagi. Berikut adalah contoh-contoh pakaian surf dari brand-brand terkenal Australia.
Nama dan ukuran papan surfing
-Fish, buat ombak kecil. Ukurannya 5-6 feet.
-Egg, buat ombak kecil. Ukurannya 6-8 feet.
-Shortboard, buat ombak kecil dan menengah. Ukurannya 5,10-6,6 inci.
-Retro Single Fin, buat ombak menengah. Ukurannya 6,8-7,2 inci.
-Malibu/Longboard, buat ombak menengah dan tenaganya kuat. Ukurannya 9 feet.
-Funboard, buat ombak kecil, menengah, dan tenaganya kuat. Ukurannya 6,6-7,6 inci.
-Guns, buat ombak besar dan tenaganya kuat. Ukurannya 7-12 feet.
-Semi Guns, buat ombak menengah dan tenaganya kuat. Ukurannya 6,8-7,2 inci.
-Mini Tanker/Mini Malibu, buat ombak menengah dan tenaganya kuat. Ukurannya 7,6-8,2 inci.
Bagian papan surfing:
Nose adalah bagian ujung depan dari papan surfing. Nose yang berbentuk runcing seperti segitiga dan tipis dipakai para surfer pro atau yang sudah mahir. Yang agak bundar dan tumpul bagi surfer pemula.
Deck adalah bagian atas dari papan surfing, tempat surfer berdiri.
Bottom adalah bagian bawah dari papan surfing yang menghadap ke dalam air.
Rail adalah bagian pinggir papan surfing.
Fin adalah sirip yang berfungsi mengatur laju dan gerak papan surfing. Sirip ini dipasang di bagian belakang sisi bawah papan surfing.
Tail adalah bagian belakang atau ekor papan surfing. Tail beragam, antara lain pin tail, thumbnail tail, swallow tail, diamond tail, dan wing tail.
Stringer adalah kayu yang jadi lubang tengah dari papan surfing.
Leash Cup adalah lubang di bagian belakang papan surfing, tempat buat mengikat tali.
Surfing Aksesoris
Papan selancar untuk pemula adalah bagian utama dari peralatan yang orang belajar olahraga akan memerlukan tetapi ada aksesoris yang dapat membantu membuat olahraga lebih aman dan lebih menyenangkan. Sebelum mendapatkan keseimbangan yang baik pada papan selancar, peserta didik cenderung turun banyak dan oleh karena itu adalah ide yang bagus untuk memiliki tali untuk menjaga mereka terhubung dengan papan sehingga mereka tidak harus mengejar mereka setelah setiap musim gugur. Ini harus kira-kira sama dengan papan mereka. Untuk memberikan traksi yang baik untuk kaki pada permukaan licin, semua jenis papan selancar yang dilapisi dengan lapisan lilin surfing di dek atas tapi foamies adalah pengecualian.Surfers mungkin perlu wetsuit untuk menjaga diri hangat dan nyaman sementara mereka berselancar di perairan dingin.
Teknik dalam surfing
Tentukan Poin Keseimbangan – bagi pemula dianjurkan untuk menentukan point keseimbangan ditempat yang sama wax dapat digunakan, poin keseimbangan ini dibuat saat kamu telentang dipapan surfing dengan posisi dagu, posisi dagu inilah yang diberi tanda dengan wax, setiap saat posisi dagung yang sudah ditandai inilah sebagai acuan sehingga surf board kamu berreaksi sama setiap waktu (setiap saat).
Hidung papan selancar (ujungnya) masuk ke dalam air, dengan segera kembali keposisi dimana dagu berada (yang diberi tanda diatas tadi), untuk menyeimbangkan papan surfing mundur sedikit kebelakang dari tanda.
Terlalu membebani papan selancar dibagian belakang dengan berat tubuh anda, maju ke depan sampai papan surfing benar-benar stabil di atas air.
Di atas papan surfing, jangan melakukan banyak gerakan saat duduk atau berusaha duduk dipapan surfing karena ini akan menghilangkan efek keseimbangan di atas surf board bagi pemula yang belajar surfing, berusahalah untuk tenang. Salah satu kunci belajar surfing adalah sikap yang tenang.
Di atas papan surfing. Jangan berdiri tegak karena kamu akan terbalik, posisi berdiri merendah (seperti kuda-kuda), tangan diatas pinggang, mata menuju ke depan, kamu akan jatuh apabila mata melihat kebawa (menunduk)
Berlatihlah, latih teknik-teknik yang diajarkan instruktur surfing kamu didarat sebelum meluncur ke air.
4. Snorkeling dan Diving
Pengertian dasar snorkeling adalah suatu teknik menikmati pesona keindahan dasar laut dengan menggunakan perlatan dasar selam berupa snarkle, fin (kaki katak) dan mask (kacamata renang). Jenis penyelaman ini dilakukan pada plaut dangkal karena tidak menggunakan alat bantu pernafasan berupa tabung oksigen.
Diving adalah penyelaman dengan menggunakan perlatan selam lengkap berupa Fin, Mask, Tabung oksigen beserta regulator. Teknik selam ini dapat digunakan pada kedalaman tertentu dari permukaan dengan bantuan tabung pernafasan.
Pada prinsipnya peralatan selam di bagi dalam 2 kelompok :
1. Skin Dive atau dalam Buku Petunjuk 1 Star SCUBA Diver CMAS – Indonesia disebut : “Peralatan Selam Dasar”. Terdiri dari : Masker, Snorkler, Fin (kaki katak), boot (sepatu selam) dan Lifevest (pelampung)
2. SCUBA Gear / Peralatan SCUBA, yang meliputi : BCD (Bouyancy Compensator Divice), Tabung, Regulator, Pressure & Deep Gauge (alat mengetahu isi tabung selama penyelaman dan tingkat kedalaman), serta Weightbelet (pemberat).
Teknik diving
Menjernihkan masker. Teknik ini bersifat mendasar dan wajib dikuasai oleh semua penyelam. Lakukan ini: Hirup udara dalam-dalam lewat mulut, lalu sesaat sebelum mengeluarkan napas lewat hidung, buka sedikit bagian bawah masker agar air yang terperangkap di dalamnya dapat terdorong keluar. Tekanan udara dalam masker akan mencegah lebih banyak air yang masuk.
Regulator clearing. Ada kalanya regulator selang mengalami kebocoran air. Untuk menghadapinya, ada dua cara yang bisa Anda terapkan. Pertama, menekan tombol purge untuk mengeluarkan air secara otomatis dari regulator. Bila tombol tersebut bermasalah, Anda bisa melakukan cara klasik: Tiup regulator sekencang mungkin hingga airnya keluar. Lalu, bernapas sewajarnya untuk melihat apakah masih ada air yang tersisa. Lakukan terus hingga regulator steril dari air.
Regulator retrieval/recovery. Ketika menyelam, ada kemungkinan mouthpiece akan terlepas karena beberapa hal, misalnya terkena kaki teman. Jangan panik! Ada dua cara yang bisa Anda lakukan. Pertama, dengan cara menyapu atausweeping. Ulurkan tangan ke depan, lalu buat gerakan menyapu ke samping paha hingga ke belakang (seperti membuat gerakan setengah lingkaran ke samping) hingga selang regulator akan tersapu oleh lengan. Cara kedua, posisi tangan di depan, lalu gerakkan menuju ke pundak belakang hingga Anda menemukan sambungan regulator dengan tabung. Telusuri hingga ke ujung regulator yaitu mouthpiece.
Teknik naik ke permukaan. Naik kembali ke permukaan membutuhkan teknik tersendiri (ascent technique) disertai prosedur yang ketat untuk menghindari risiko cedera. Hal utama yang harus diperhatikan adalah kecepatan naik yang aman ke permukaan, yaitu 9 m per menit. Bernapaslah secara normal –jangan ditahan– agar tidak menyebabkan emboli udara di paru-paru. Lalu, berhentilah di safety stop, yaitu di kedalaman 5m selama 3-5 menit. Pastikan keadaan di permukaan aman sebelum kembali melanjutkan berenang. Sesampainya di permukaan, segera isi udara di rompi apung atau Buoyancy Compensator Device (BCD) untuk mengapung.
Teknik berenang. Serupa dengan snorkeling, teknik berenang (swimming technique) ketika menyelam juga mengandalkan daya dorong dari kaki. Tangan hanya berfungsi untuk melakukan manuver di dalam air. Tip: Perhatikan ritme goyangan kaki Anda, jangan terlalu kencang karena dapat menguras tenaga lebih cepat dan menyebabkan kram.
Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Luar Kelas
Pendidikan luar kelas pada dasarnya merupakan pendidikan lintas bidang studi, karena di dalam kegiatannya meliputi seni, ilmu alam, pendidikan jasmani dan home economic. Dapat dilakukan di mana saja, lapangan terbuka, hutan, tepi danau, cagar alam, kebun, museum, camping ground, atau kebun binatang. Pendidikan luar kelas merupakan salah satu dimensi dalam pendidikan jasmani,
di mana melalui program kegiatan ini diharapkan konsep diri siswa dapat dibentuk. Pengalaman semacam memanjat, merangkak, bergelantungan, dan berayun di alam bebas, yang merupakan bagian dari progam petualangan akan mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa. Pengalaman semacam ini dapat memenuhi kebutuhan psikis anak akan ‘rasa berhasil mengatasi rintangan’. Secara khusus, manfaat pendidikan luar kelas dalam membentuk kepribadian siswa menurut Bucher adalah sebagai berikut:
Siswa belajar untuk hidup secara demokratis bersama anak-anak lain dan orang dewasa
Siswa dapat belajar lebih banyak mengenai lingkungan fisik dan pentingnya kekayaan alam
Kontribusi dan apresiasi terhadap aktivitas di luar ruang akan memperkaya dan meningkatkan kualitas hidup
Kualitas hidup yang dimaksud akan membentuk mereka menjadi warga negara yang baik. Kualitas yang akan berkembang seperti: memiliki rasa tanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerja sama, dan jujur
Mereka akan memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap pentingnya kesehatan dan kebugaran
Kecintaan untuk bertualang, yang biasanya sangat digemari oleh anak-anak dan remaja, akan tersalurkan melalui kegiatan luar kelas
Siswa dirangsang untuk belajar tentang segala sesuatu yang terdapat di alam dan melihat serta dapat mengkaitkannya dengan materi pelajaran di kelas
Siswa belajar untuk mengandalkan kemampuannya sendiri dalam mempraktekkan aturan-aturan hidup yang sehat
Siswa juga belajar beberapa aturan dasar keselamatan (basics rules of safety)
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa betapa pendidikan Aktivitas luar kelas sangat penting dan perlu sekali dikembangkan terutama para peneliti olahraga atau mahasiswa olahraga untuk mendalami aktivitas luar kelas. Karena melihat dari hal yang bisa didapat dari kegiatan yang disediakan oleh aktivitas luar kelas. Kegiatan dari aktivitas luar kelas ini juga sangat mudah dilakukan tidak memerlukan biaya yang mahal tetapi memiliki manfaat yang sangat besar. Sekarang ini sangat banyak olahraga yang bisa dipraktekan dalam aktivitas luar kelas, kita tinggal memilih yang mana yang pantas dilakukan sesuai dengan tingkat umur dan pendidikannya.
Pendahuluan
Kejenuhan yang ditimbulkan karena selama ini proses pembelajaran selalu di lakukan di dalam kelas, merupakan latar belakang munculnya konsep belajar di luar kelas atau yang lebih dikenal dengan Aktivitas Luar Kelas. Pendidikan yang selalu dilakukan di kelas selama ini sangat berpotensi menimbulkan kebosanan bagi siswanya, sehingga pengembangan dari aktivitas luar kelas sangatlah perlu dilakukan. Karena aktivitas luar kelas bisa dijadikan sarana alternatif dalam peningkatan kualitas manusia yaitu melalui alam. Konsep belajar dari alam adalah mengamati fenomena secara nyata dari lingkungan dan memanfaatkan apa yang tersedia di alam sebagai sumber belajar (Hari Yuliarto FIK UNY). Melalui alam, bisa meningkatkan pola fikir dan sikap mental positif seseorang.
Dengan alam kita bisa melakukan apa saja termasuk mengembangkan pengetahuan dan melakukan proses belajar yang tidak kalah efektif dengan proses belajar yang dilakukan dalam kelas. Proses belajar pada kegiatan luar kelas pada dasarnya adalah dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh pengalaman langsung dalam rangka penguasaan terhadap:
1. Konsep bunyi dan pengetahuan yang berkaitan dengan manusia dan sumber-sumber alam
2. Kecakapan hidup yang menghasilkan kesehatan, sejahtera, kreatif dan refreshing way of living
3. Sikap positif yang merefleksikan harmoni manusia dan alam
dengan demikian kegiatan luar kelas memberikan elemen-elemen yang penting bagi masyarakat yang sehat, produktif dan abadi (Tandiyo Rahayu FIK UNNES 2009).
Pengertian Aktivitas Luar Kelas
Pendidikan luar kelas merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/ sekolah dan di alam bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan pertanian/ nelayan, berkemah, dan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan (Arief Komarudin, 2007). Dalam pengertian lain, Aktivitas Luar Kelas merupakan pendidikan yang dilakukan di luar ruang kelas atau di luar gedung sekolah, atau berada di alam bebas, seperti: bermain di lingkungan sekitar sekolah, di taman, di perkampungan nelayan/daerah pesisir, perkampungan petani/persawahan, berkemah, petualangan, sehingga diperoleh pengetahuan dan nilai-nilai yang berkaitan dengan aktivitas alam bebas (Tandiyo Rahayu FIK UNNES 2009). Dari dua pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa aktivitas luar kelas adalah proses pembelajaran yang dilakukan di luar kelas atau alam bebas, dengan memanfaatkan peralatan yang ada sehingga dapat memunculkan kreatifitas dan memperoleh pengetahuan serta rekreasi.
Konsep Utama dalam Pendidikan Luar Kelas
Melalui sudut pandang kependidikan, aktivitas pendidikan yang dilakukan di luar lingkungan sekolah atau di luar lingkungan formal persekolahan, setidaknya memuat 3 konsep utama, yaitu konsep proses belajar, aktivitas luar kelas dan lingkungan.
1. Konsep Proses Belajar
Belajar melalui aktivitas luar kelas adalah proses belajar interdisipliner melalui satu seri aktivitas yang dirancang untuk dilakukan di luar kelas. Pendekatan ini secara sadar mengeksploitir potensi latar alamiah untuk memberi kontribusi terhadap perkembangan fisik dan mental. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap hubungan timbal balik dengan alam, program dapat mengubah sikap dan perilaku terhadap alam.
2. Konsep Aktivitas Luar Kelas
Pendekatan ini menggunakan kehidupan di luar ruangan dan kegiatan berkemah, yang memberikan banyak kesempatan bagi siswa untuk memperoleh dan menguasai berbagai bentuk keterampilan dasar, sikap dan apresiasi terhadap berbagai hal yang terdapat di alam dan kehidupan sosial. Bentuk-bentuk kegiatan luar kelas dapat berupa: berkemah, mendaki gunung, menjelajah, memancing, memasak, mempelajari alam, tinggal di pedesaan, primitive living, kerajinan tangan dan lain sebagainya.
3. Konsep Lingkungan
Konsep lingkungan merujuk pada eksplorasi ekologi sebagai andalan mahluk hidup yang saling tergantung antara yang satu dengan yang lain. Tujuan utama program ini adalah untuk menjelaskan fungsi kita dalam alam semesta dan menunjukkan bagaimana menjaga kualitas lingkungan alam untuk kepentingan sekarang dan masa yang akan datang.
Tujuan Aktivitas Luar Kelas
Tujuan pendidikan yang secara umum ingin dicapai melalui aktivitas di luar ruang kelas atau di luar lingkungan sekolah adalah:
Membuat setiap individu memiliki kesempatan unik untuk mengembangkan kreativitas dan inisiatif personal
Menyediakan latar (setting) yang berarti bagi pembentukan sikap
Mengembangkan kesadaran, apresiasi dan pemahaman terhadap lingkungan alam dan bagaimana manusia memiliki relasi dengan hal tersebut
Membantu mewujudkan potensi setiap individu agar jiwa, raga dan spiritnya dapat berkembang optimal
Memberikan ‘konteks’ dalam proses pengenalan berkehidupan sosial dengan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan secara langsung
Memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan dan ketertarikan terhadap kegiatan-kegiatan luar kelas
Menumbuhkan pemahaman untuk secara bijak menggunakan dan melindungi lingkungan alam
Mengenalkan berbagai kegiatan di luar kelas yang dapat membuat pembelajaran lebih kreatif
Memberikan kesempatan yang unik untuk perubahan perilaku melalui penataan latar pada kegiatan
Memberikan kontribusi untuk membantu mengembangkan hubungan guru-murid yang lebih baik melalui berbagai pengalaman di alam bebas
Memberikan kesempatan untuk belajar dari pengalaman langsung melalui implementasi bebas kurikulum sekolah diberbagai area
Memanfaatkan sumber-sumber yang berasal dari lingkungan dan komunitas sekitar untuk pendidikan
Macam-Macam Olahraga Petualangan
Aktivitas luar kelas tidak lepas dari olahraga petualangan karena olahraga petualangan dilakukan di alam bebas yang sangat sesuai dengan konsep aktivitas luar kelas itu sendiri. Sekarang ini jenis-jenis olahraga petualangan sudah banyak dan berkembang pesat sekali. Berikut ini beberapa jenis olahraga petualangan:
1. Hiking
Hiking adalah kegiatan lintas alam. Menurut pakar latihan fisik di AS, hiking adalah cara yang menyenangkan untuk membentuk tubuh karena dilakukan di alam terbuka. Jadi bukan sekedar latihan aerobik yang efektif namun juga mampu membersihkan pikiran kita. Hiking menawarkan keseimbangan olah fisik dan olah pikiran.Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang betapa pentingnya kita menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk merefresh peserta dari kejenuhannya selama dalam bekerja. Selain untuk merefresh diri, kegiatan hiking juga akan sangat bermanfaat dalam menumbuhkan rasa kebersamaan diantara peserta hiking. Selama melakukan hiking, kita akan disuguhi dengan berbagai pemandangan alam yang menarik seperti adanya air terjun, kebun teh, kebun pinus dan lain-lain tergantung dimana melakukan hiking. Selain membuat tubuh lebih banyak keluar keringat, melihat pemandangan berbeda juga dapat memanjakan mata.
Perlengkapan dan peralatan dalam hiking
1. Perlengkapan Kelompok
Tenda
Kompor (bisa berbahan bakar spiritus atau gas), untuk parafin sekarang jarang digunakan
Nesting (panci untuk memasak)
Kamera (wajib) + baterai cadangan atau membawa power bank
2. Perlengkapan Pribadi
Tas gunung/carier
Tas daypack/ransel kecil (cadangan)
Jaket gunung (dobel)
Pakaian (kaos, celana panjang/pendek)
Matras
Sepatu hiking
Sandal gunung (cadangan)
Sleeping bag
Senter/headlamp
Tongkat (optional)
Kacamata (bening dan hitam)
Kompas dan peta (optional)
Jam tangan
Ponco/jas hujan
Kaos kaki (dobel)
Sarung tangan (dobel)
Topi rimba
Kerpus
Masker
Syal
Gaiter (penghalang pasir agar tidak masuk ke sepatu)
Korek api
Pisau lipat
Peralatan makan
Peralatan mandi
3. P3K
Tabung oksigen
Kapas
Tisu (basah dan kering)
Betadine
Alkohol
Obat diare (Norit)
Parasetamol
Obat Alergi (CTM)
Obat mata (visine)
Kain kassa/perban
Plester (Hansaplast)
Oralit
Minyak kayu putih
Sunblock
Teknik bertahan hidup di alam
Berasal dari kata survive, yang berarti berhasil/ mampu mempertahankan diri dari suatu keadaan buruk / kritis. Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan dirinya dalam keadaan yang buruk / krisis .
Sebelum melakukan survival kita lebih dahulu melakukan STOP yaitu :
S = Stop, berhenti
T = Thinking, mulai berfikir
O = Observasi, amati keadaan sekitar
P = Planning, buat rencana tentang tindakan atau usaha yang akan di lakukan
Huruf-huruf dalam kata Survival sendiri dapat kita jabarkan sebagai berikut
S=Size Up the Situation.( Menilai situasi)
Menyadari situasi, bahwa kita dalam kondisi bertahan hidup amatlah penting. Dengan begitu setiap gerakan dan perbuatan yang kita lakukan hanyalah untuk tujuan tersebut
U=Use All Your Senses,Undue Haste Makes Waste (gunakan semua Panca Indera,jangan membuat sampah)
Gunakanlah semua yang ada padamu. Namun janganlah bertindak terburu-buru tanpa terpikirkan dengan matang, karena cenderung akan sia-sia.
R=Remember Where You Are (Ingat,Dimana kamu)
Semakin kita mengingat dan mengenali dimana kita berada, makin mempercepat proses kita keluar dari kondisi survival.
V=Vanquish Fear and Panic (mengalahkan rasa ketakutan dan jangan panic)
Kuasai diri anda dari rasa takut dan panik, karena jika tidak itu makin memperburuk keadaan
I=Improvise ( Berimprovivasi)
Seorang survival dituntut pula bisa berimprovisasi. Baik dari benda yang ada di sekitarnya atau pun yang masih terbawa
V=Value Living ( Hargai hidup )
Haragi hidup. Dengan terus menyemangati jiwa anda bahwa anda harus terus hidup
A=Act Like the Natives ( Undang-Undang Seperti Pribumi )
Berusaha memahami adat, istiadat, tinglah laku sekitarnya juga sangat penting
L=Learn Basic Skills ( Pelajari Keterampilan Dasar )
Dengan memahami kemampan dasar seorang penggiat alam, khusunya ilmu survival akan sangat membantu kita lebih cepat mengatasi kondisi ini.
Factor – factor yang menjadi penyebab terjadinya survival :
- Kehabisan makanan
- Kehabisan minuman
- Kecelakaan dalam perjalanan
- Tersesat di daerah asing atau tidak di kenal
Ada beberapa permasalahan yang akan kita hadapi, yaitu masalah / bahaya yang ada di alam (bahaya obyektif), masalah yang menyangkut diri kita sendiri (bahaya subyektif). Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival:
1. Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, dll.
2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka, lelah, dll.
3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dll.
Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan survival, selain faktor keberuntungan (nasib baik/pertolongan Tuhan tentunya), yaitu:
• Semangat untuk mempertahankan hidup.
• Kesiapan diri.
• Alat pendukung.
Beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menghadapi survival :
Perlindungan terhadap ancaman :
• cuaca,
• binatang,
• makanan/minuman
• penyakit
Hiduplah dengan segala yang ada disekitar kita, jangan menggantungkan diri pada bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas.
Dalam kalimat diatas pedoman yang harus digunakan adalah pedoman untuk HARUS HIDUP yang berarti :
H - Hadapilah situasi sulit dengan tenang dan bijaksana
A - Akal merupakan senjata ampuh
R - Rasa takut harus dihilangkan
U - Usaha melepaskan diri dari berbagai hal
S - Semangat dan tekad untuk mepertahankan hidup
H - Hormati adat setempat
I - Istirahat
D - Jangan sampai terjebak
U - Usahakan selamat dan jaga kesehatan
P – Praktekkan.
Untuk mengatasi keadaan cuaca yang dingin atau panas adalah dengan membuat bivak atau tempat berlindung sebagai sarana perlindungan yang nyaman bagi kita dari ancaman faktor-faktor alam yang ekstrim, selain itu agar badan kita tetap nyaman, usahakan selalu memakai pakaian yang kering.
2. Bungee Jumping
Lompat bungee (bungee jumping) adalah sebuah aktivitas di mana seseorang melompat dari sebuah tempat tinggi (biasanya beberapa ratus kaki/meter) dengan satu ujung dari tali elastis yang ditempel di badan atau pergelangan kaki dan ujung talinya satunya terikat ke titik lompatan. Ketika seseorang melompat, tali tersebut tersebut akan melar setelah mengambil energi dari lompatan, dan peloncat akan terlontar balik ketika tali tersebut memendek. Peloncat akan berosilasi naik dan turun sampai energi dari loncatan habis.Kata bungee (dibaca banji) pertama kali digunakan pada tahun 1930 dan merupakan nama dari penghapus karet.
3. Surfing
Surfing atau berselancar Merupakan salah satu kegiatan paling sulit untuk dikuasai. Olahraga ini memang mengasyikkan. Berdiri di papan selancar dan bersahabat dengan ombak tentunya memberikan pengalaman berbeda bagi sebagian orang. Anda bisa menari dalam gulungan ombak, menikmati terik matahari, dan asinnya air laut. Meski demikian, Anda harus tetap waspada dengan segala resikonya. Ada prosedur standar yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan olahraga ekstrim yang memacu adrenalin ini. Tapi jangan khawatir, sekarang ini banyak tempat wisata yang menawarkan program latihan surfing. Olahraga ini menantang sekaligus akan menyehatkan tubuh. Selain membuat tubuh lebih fit, surfing juga akan membentuk lengan, dada, dan punggung, saat Anda mendayung ke di atas ombak.
Perlengkapan dasar surfing
Awalnya, papan surfing terbuat dari kayu berbentuk seperti papan setrika. Ujung depannya (nose) agak bundar setengah lingkaran,dan ekornya (tail) rata. Seiring waktu, jenis papan surfing jadi beragam.
Itu mempermudah surfer saat bermain surfing. Para surfer sesuaikan papan mereka atas dasar jenis ombak, berat badan, dan level kemampuan. Biasanya, papan surfing terbagi atas ukuran feet dan inch.
Pakaian surf dapat terdiri dari baju surf dan celana surf atau hanya dengan menggunakan celana surf saja. Mungkin ada beberapa orang yang memang lebih nyaman surfing bertelanjang dada daripada harus mengenakan kaos surf lagi. Berikut adalah contoh-contoh pakaian surf dari brand-brand terkenal Australia.
Nama dan ukuran papan surfing
-Fish, buat ombak kecil. Ukurannya 5-6 feet.
-Egg, buat ombak kecil. Ukurannya 6-8 feet.
-Shortboard, buat ombak kecil dan menengah. Ukurannya 5,10-6,6 inci.
-Retro Single Fin, buat ombak menengah. Ukurannya 6,8-7,2 inci.
-Malibu/Longboard, buat ombak menengah dan tenaganya kuat. Ukurannya 9 feet.
-Funboard, buat ombak kecil, menengah, dan tenaganya kuat. Ukurannya 6,6-7,6 inci.
-Guns, buat ombak besar dan tenaganya kuat. Ukurannya 7-12 feet.
-Semi Guns, buat ombak menengah dan tenaganya kuat. Ukurannya 6,8-7,2 inci.
-Mini Tanker/Mini Malibu, buat ombak menengah dan tenaganya kuat. Ukurannya 7,6-8,2 inci.
Bagian papan surfing:
Nose adalah bagian ujung depan dari papan surfing. Nose yang berbentuk runcing seperti segitiga dan tipis dipakai para surfer pro atau yang sudah mahir. Yang agak bundar dan tumpul bagi surfer pemula.
Deck adalah bagian atas dari papan surfing, tempat surfer berdiri.
Bottom adalah bagian bawah dari papan surfing yang menghadap ke dalam air.
Rail adalah bagian pinggir papan surfing.
Fin adalah sirip yang berfungsi mengatur laju dan gerak papan surfing. Sirip ini dipasang di bagian belakang sisi bawah papan surfing.
Tail adalah bagian belakang atau ekor papan surfing. Tail beragam, antara lain pin tail, thumbnail tail, swallow tail, diamond tail, dan wing tail.
Stringer adalah kayu yang jadi lubang tengah dari papan surfing.
Leash Cup adalah lubang di bagian belakang papan surfing, tempat buat mengikat tali.
Surfing Aksesoris
Papan selancar untuk pemula adalah bagian utama dari peralatan yang orang belajar olahraga akan memerlukan tetapi ada aksesoris yang dapat membantu membuat olahraga lebih aman dan lebih menyenangkan. Sebelum mendapatkan keseimbangan yang baik pada papan selancar, peserta didik cenderung turun banyak dan oleh karena itu adalah ide yang bagus untuk memiliki tali untuk menjaga mereka terhubung dengan papan sehingga mereka tidak harus mengejar mereka setelah setiap musim gugur. Ini harus kira-kira sama dengan papan mereka. Untuk memberikan traksi yang baik untuk kaki pada permukaan licin, semua jenis papan selancar yang dilapisi dengan lapisan lilin surfing di dek atas tapi foamies adalah pengecualian.Surfers mungkin perlu wetsuit untuk menjaga diri hangat dan nyaman sementara mereka berselancar di perairan dingin.
Teknik dalam surfing
Tentukan Poin Keseimbangan – bagi pemula dianjurkan untuk menentukan point keseimbangan ditempat yang sama wax dapat digunakan, poin keseimbangan ini dibuat saat kamu telentang dipapan surfing dengan posisi dagu, posisi dagu inilah yang diberi tanda dengan wax, setiap saat posisi dagung yang sudah ditandai inilah sebagai acuan sehingga surf board kamu berreaksi sama setiap waktu (setiap saat).
Hidung papan selancar (ujungnya) masuk ke dalam air, dengan segera kembali keposisi dimana dagu berada (yang diberi tanda diatas tadi), untuk menyeimbangkan papan surfing mundur sedikit kebelakang dari tanda.
Terlalu membebani papan selancar dibagian belakang dengan berat tubuh anda, maju ke depan sampai papan surfing benar-benar stabil di atas air.
Di atas papan surfing, jangan melakukan banyak gerakan saat duduk atau berusaha duduk dipapan surfing karena ini akan menghilangkan efek keseimbangan di atas surf board bagi pemula yang belajar surfing, berusahalah untuk tenang. Salah satu kunci belajar surfing adalah sikap yang tenang.
Di atas papan surfing. Jangan berdiri tegak karena kamu akan terbalik, posisi berdiri merendah (seperti kuda-kuda), tangan diatas pinggang, mata menuju ke depan, kamu akan jatuh apabila mata melihat kebawa (menunduk)
Berlatihlah, latih teknik-teknik yang diajarkan instruktur surfing kamu didarat sebelum meluncur ke air.
4. Snorkeling dan Diving
Pengertian dasar snorkeling adalah suatu teknik menikmati pesona keindahan dasar laut dengan menggunakan perlatan dasar selam berupa snarkle, fin (kaki katak) dan mask (kacamata renang). Jenis penyelaman ini dilakukan pada plaut dangkal karena tidak menggunakan alat bantu pernafasan berupa tabung oksigen.
Diving adalah penyelaman dengan menggunakan perlatan selam lengkap berupa Fin, Mask, Tabung oksigen beserta regulator. Teknik selam ini dapat digunakan pada kedalaman tertentu dari permukaan dengan bantuan tabung pernafasan.
Pada prinsipnya peralatan selam di bagi dalam 2 kelompok :
1. Skin Dive atau dalam Buku Petunjuk 1 Star SCUBA Diver CMAS – Indonesia disebut : “Peralatan Selam Dasar”. Terdiri dari : Masker, Snorkler, Fin (kaki katak), boot (sepatu selam) dan Lifevest (pelampung)
2. SCUBA Gear / Peralatan SCUBA, yang meliputi : BCD (Bouyancy Compensator Divice), Tabung, Regulator, Pressure & Deep Gauge (alat mengetahu isi tabung selama penyelaman dan tingkat kedalaman), serta Weightbelet (pemberat).
Teknik diving
Menjernihkan masker. Teknik ini bersifat mendasar dan wajib dikuasai oleh semua penyelam. Lakukan ini: Hirup udara dalam-dalam lewat mulut, lalu sesaat sebelum mengeluarkan napas lewat hidung, buka sedikit bagian bawah masker agar air yang terperangkap di dalamnya dapat terdorong keluar. Tekanan udara dalam masker akan mencegah lebih banyak air yang masuk.
Regulator clearing. Ada kalanya regulator selang mengalami kebocoran air. Untuk menghadapinya, ada dua cara yang bisa Anda terapkan. Pertama, menekan tombol purge untuk mengeluarkan air secara otomatis dari regulator. Bila tombol tersebut bermasalah, Anda bisa melakukan cara klasik: Tiup regulator sekencang mungkin hingga airnya keluar. Lalu, bernapas sewajarnya untuk melihat apakah masih ada air yang tersisa. Lakukan terus hingga regulator steril dari air.
Regulator retrieval/recovery. Ketika menyelam, ada kemungkinan mouthpiece akan terlepas karena beberapa hal, misalnya terkena kaki teman. Jangan panik! Ada dua cara yang bisa Anda lakukan. Pertama, dengan cara menyapu atausweeping. Ulurkan tangan ke depan, lalu buat gerakan menyapu ke samping paha hingga ke belakang (seperti membuat gerakan setengah lingkaran ke samping) hingga selang regulator akan tersapu oleh lengan. Cara kedua, posisi tangan di depan, lalu gerakkan menuju ke pundak belakang hingga Anda menemukan sambungan regulator dengan tabung. Telusuri hingga ke ujung regulator yaitu mouthpiece.
Teknik naik ke permukaan. Naik kembali ke permukaan membutuhkan teknik tersendiri (ascent technique) disertai prosedur yang ketat untuk menghindari risiko cedera. Hal utama yang harus diperhatikan adalah kecepatan naik yang aman ke permukaan, yaitu 9 m per menit. Bernapaslah secara normal –jangan ditahan– agar tidak menyebabkan emboli udara di paru-paru. Lalu, berhentilah di safety stop, yaitu di kedalaman 5m selama 3-5 menit. Pastikan keadaan di permukaan aman sebelum kembali melanjutkan berenang. Sesampainya di permukaan, segera isi udara di rompi apung atau Buoyancy Compensator Device (BCD) untuk mengapung.
Teknik berenang. Serupa dengan snorkeling, teknik berenang (swimming technique) ketika menyelam juga mengandalkan daya dorong dari kaki. Tangan hanya berfungsi untuk melakukan manuver di dalam air. Tip: Perhatikan ritme goyangan kaki Anda, jangan terlalu kencang karena dapat menguras tenaga lebih cepat dan menyebabkan kram.
Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Luar Kelas
Pendidikan luar kelas pada dasarnya merupakan pendidikan lintas bidang studi, karena di dalam kegiatannya meliputi seni, ilmu alam, pendidikan jasmani dan home economic. Dapat dilakukan di mana saja, lapangan terbuka, hutan, tepi danau, cagar alam, kebun, museum, camping ground, atau kebun binatang. Pendidikan luar kelas merupakan salah satu dimensi dalam pendidikan jasmani,
di mana melalui program kegiatan ini diharapkan konsep diri siswa dapat dibentuk. Pengalaman semacam memanjat, merangkak, bergelantungan, dan berayun di alam bebas, yang merupakan bagian dari progam petualangan akan mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa. Pengalaman semacam ini dapat memenuhi kebutuhan psikis anak akan ‘rasa berhasil mengatasi rintangan’. Secara khusus, manfaat pendidikan luar kelas dalam membentuk kepribadian siswa menurut Bucher adalah sebagai berikut:
Siswa belajar untuk hidup secara demokratis bersama anak-anak lain dan orang dewasa
Siswa dapat belajar lebih banyak mengenai lingkungan fisik dan pentingnya kekayaan alam
Kontribusi dan apresiasi terhadap aktivitas di luar ruang akan memperkaya dan meningkatkan kualitas hidup
Kualitas hidup yang dimaksud akan membentuk mereka menjadi warga negara yang baik. Kualitas yang akan berkembang seperti: memiliki rasa tanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerja sama, dan jujur
Mereka akan memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap pentingnya kesehatan dan kebugaran
Kecintaan untuk bertualang, yang biasanya sangat digemari oleh anak-anak dan remaja, akan tersalurkan melalui kegiatan luar kelas
Siswa dirangsang untuk belajar tentang segala sesuatu yang terdapat di alam dan melihat serta dapat mengkaitkannya dengan materi pelajaran di kelas
Siswa belajar untuk mengandalkan kemampuannya sendiri dalam mempraktekkan aturan-aturan hidup yang sehat
Siswa juga belajar beberapa aturan dasar keselamatan (basics rules of safety)
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa betapa pendidikan Aktivitas luar kelas sangat penting dan perlu sekali dikembangkan terutama para peneliti olahraga atau mahasiswa olahraga untuk mendalami aktivitas luar kelas. Karena melihat dari hal yang bisa didapat dari kegiatan yang disediakan oleh aktivitas luar kelas. Kegiatan dari aktivitas luar kelas ini juga sangat mudah dilakukan tidak memerlukan biaya yang mahal tetapi memiliki manfaat yang sangat besar. Sekarang ini sangat banyak olahraga yang bisa dipraktekan dalam aktivitas luar kelas, kita tinggal memilih yang mana yang pantas dilakukan sesuai dengan tingkat umur dan pendidikannya.
Rabu, 12 November 2014
Acara Natal Lakon Sifat Manusia
“Acara Natal Lakon Sifat Manusia
Acara Liturgi Lakon Natal
Lakon Sifat-sifat Manusia.
(diperankan dengan gaya sifat-sifat itu).
1).Benci : Benci, benci… aku benci sekali sekarang ini. Aku benci melihat dia, aku benci melihat mereka dan aku benci melihat kamu, huuh… Begitulah sifat manusia yang sering muncul. Sedikit sedikit benci, melihat temannya cantik menjadi banci, melihat temannya pintar, menjadi banci bahkan melihat temannya yang disukai orang lain, dirinya semakin banci. Tetapi aku senang , ini membuktikan bahwa aku adalah sifat yang paling banyak dimiliki oleh manusia, hahahaha.
2). Marah : Hei benci, diam kamu. Bukan kamu yang paling banyak diminati manusia. Kamu salah, enak aja kamu bilang dirimu paling hebat. Akulah sifat yang paling banyak diminati oleh manusia. Kau hanya dimiliki oleh orang orang dewasa saja. Tetapi kalau sifat pemarah seperti aku ini, mulai dari anak kecilpun sudah ada. Kalau seseorang anak kemauannya tidak dituruti oleh orang tuanya maka dia akan marah, apalagi orang dewasa, hmmm maunya marah ter. Lihat saja sudah ada orang tua yang tega menganiaya anak-anaknya kalau dia marah, benar kan??! Itu artinya akulah yang dapat mamatahkan hubungan orang lain yang paling banyak di hati manusia, huh… dasar.
3). Sukacita : Lalalala… (bernyanyi atau bersenandung kecil) Hah?? Indah sekali dunia ini. Lihatlah pohon natal ini begitu indah, lampunya kerlap kelip, hiasannya yang cantik dan bunga-bunga yang berkembang. Aku juga menghirup udara sebebas-bebasnya, tanpa bayar alias gratis, hmhm (sambil menghirup udara). Aku adalah si sukacita. Dunia akan terasa selalu indah andai setiap orang mampu selalu bersukacita. Tetapi sayangnya orang banyak lupa untuk bersukacita karena keadaan. Ada yang bilang ‘terlalu sibuk’, ‘sembako mahallah’ sehingga orang malas bersukacita. Jangankan bersukacita, tersenyum saja malas, cemberut saja. Kalau saja setiap orang bersyukur untuk berkat Tuhan, pasti setiap orang akan lebih mudah untuk tersenyum.
4). Rendah hati : Kau benar sukacita. Kalau saja setiap orang bersyukur untuk setiap berkat yang diterimanya, maka setiap orang itu akan merasakan betapa Tuhan memberkati hidupnya dan memberikan ia rezeki. Memang setiap orang berbeda-beda rezekinya, tetapi bagi Tuhan setiap orang adalah sama. Di mata Tuhan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah rezekinya dan bagi Tuhan tidak ada yang lebih terhormat atau yang hina, semuanya sama. Kalau setiap orang menyadari hal itu, maka mereka akan selalu bersukacita dan rendah hati?
5). Munafik : Alahhk tak usah muluk-muluk lah, karena di dunia ini sudah jarang sepeti itu. Kalau pun ada, itu tidak seberapa dan mungkin hanya pura-pura seperti aku. Aku kan bisa dipajangkan, munafik = muka nabi fikiran lain lain. Rugilah kalau punya muka cantik, mempunyai duit yang banyak, pekerjaan bagus, dan mempunyai baju cantik yang pantas dipamerkan seperti aku ini tetapi hatiku siapa yang tahu???? Jadi yang ada di dunia itu malah sering pura-pura baik alias purba, biar dia dapat dipuji, disanjung, jadi aku si munafik yang banyak diminati.
6). Pembohong : Ya, ya, ya kau benar munafik, manusia sekarang banyak yang munafik apalagi untuk membela dirinya. Tetapi kau harus sadar juga kawan bahwa awal dari pura-pura dan kemunafikan itu kan berasal dari aku si pembohong. Orang tua saja mau berbohong, apalagi anak-anak supaya mereka tidak dimarahi oleh orang tuanya. Pokoknya bohong lebih banyak disukai. Malahan lagu Sekolah Minggukan ada yang berbunyi begini: ‘bohong, bohong, itu dosa’. Tetapi kenyataannya tetap saja mereka bohong. Hm… jadi akulah yang banyak diminati orang, hehehe…
7). Sabar : Akh, tidak juga koq. Lihatlah masih banyak orang yang memiliki sifat sabar seperti aku, misalnya orangtua. Mereka selalu sabar mendidik dan merawat anak-anaknya apalagi sejak kecil supaya tidak berlaku seperti kalian itu berbohong, pemarah, munafik. Malah orangtua banyak yang tidak tidur hanya karena menjaga dan memikirkan anak-anak mereka. Lihat juga para guru di sekolah dan di sekolah Minggu, mereka tetap sabar biarpun anak didiknya nakal. Jadi jangan bohong kau pembohong, masih ada koq yang sabar.
8). Pemaki : Apa kubilang… dasar kau sabar. Berapa banyak orangkah yang sabar sekarang ini, bisa dihitung dengan jari tangan. Sesabar-sabarnya mereka pasti akan memaki juga dalam hatinya. Apa benar masih ada orangtua dan guru-guru yang tidak mau memaki lagi? Jangan takabur kau, anak kecil sekarang saja buktinya gampang sekali diajari memaki, jadi akulah seharusnya dimahkotai, wehhhh.
9). Iri hati : What’s? Mahkota..? Apa tidak salah itu? Kau harus lihat dulu lebih jelas. Aku adalah iri hati. Kalian tahu bahwa saat ini sedang galak-galaknya manusia tidak senang melihat orang lain yang bahagia malahan senang melihat temannya sudah. Itu karena iri hati, tahu? Padahal dia tidak dirugikan kalau temannya senang, tetapi begitulah… namanya juga iri hati, hmmm.
10). Dendam : Stop, stop kalian tidak tahu malu, semua merasa paling hebat. Kalian harus akui diriku si pendendam. Lihat saja mereka yang sudah saling bermaafan tetapi kalau dendam tetap saja ada. Malahan ada kalimat seperti ini : ‘yah, memang kami sudah saling bermaafan, tetapi bagaimana ya aku belum sepenuhnya berbicara dengan dia’. Nah, itu kan sama saja dengan dendam. Jadi sifat seperti aku juga banyak di dunia.
11). Putus asa : Aduh, aduh, kalian itu banyak cerita saja. Lihat dulu siapa aku, si putus asa. Aku bisa membuat manusia hancur bahkan hancur lebur hingga bunuh diri. Tahu sendiri kan kalau manusia itu tidak siap untuk gagal, padahal terkadang kegagalankan adalah bagian dari hidup manusia dan manusia itu tahu, Cuma karena manusia tidak terima kegagalan. Kalau ada pergumulan langsung saja putus asa, ada gagal cari kerja, gagal bercinta eh… malah bunuh diri, pokoknya selalu putus asa. Jadi tidak apa-apa juga kalau aku bukan terbanyak . Tetapi akulah yang paling hebat, karena pemuka agama kurang perhatian kepada iman manusia, maka jadilah putus asa.
12). Kasih : (datang dengan diam dan tenang saja, sampai-sampai yang lainpun bertanya kenapa diam saja).
13). Banci : woi… diam aja, kamu sakit gigi ya? Apa yang bisa kau pamerkan?
Kasih: tidak ada yang perlu aku pamerkan kawan. Aku justru merasa gagal untuk memperjuangkan dan memperbanyak sifat kasih. Lihat saja sudah banyak orang Kristen yang malu berbuat kasih. Padahal ajaran utamanya adalah kasih. Tapi lihatlah…. Mereka malu bertindak kasih, takut diejek orang, pokoknya gimanalah biar dia dibilang alim dan biar dijauhi orang lain. Lihatlah dunia ini, seandainya kasih lebih banyak, maka tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi permusuhan, penganiayaan dan tidak ada lagi kekerasan. Padahal Yesus datang ke dunia ini hanya karena kasihnya kepada manusia, tetapi mengapa hai manusia semuanya menjadi kacau…… hah (sedih).
14). Penghibur : hai sobatku, kau tidak gagal… kau berhasil. Kalaupun sekarang ini sifat-sifat mereka yang menonjol (menunjuk kearah sifat benci, dendam dll. Tapi percayalah sudah banyak manusia kini sudah banyak mulai mengasihi. Lihat saja gereja-gereja semakin berkembang, para penatua semakin banyak, acara ibadah sudah semakin banyak, kunjungan-kunjungan social juga sudah semakin digalakkan. Manusia sudah mulai mencoba untuk saling mengerti dan saling menerima, dan memang benar seperti yang dikatakan Yesus bahwa banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih.
15). Rendah hati : Aku setuju. Bukankah setiap orang akan menuai apa yang ditanamnya?
16). Sabar : Betul, dan setiap orang harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya. Masa penghakiman akan datang dan Tuhan akan memberi mahkota bagi setiap orang yang pantas menerimanya. Kalian semua (menunjuk kearah sifat-sifat jelek) apakah kalian senang kalau dunia ini kacau balau? Ketahuilah kelak kalian juga akan menerima upahnya. Kalian akan dihukum Tuhan dan akan dicampakkan ke dalam api neraka. Apakah itu yang kalian mau?
17). Semua sifat-sifat jelek sambil tertunduk : Ampun… tidak… jangan… kami tidak mau dipanggang dalam api neraka. Katakanlah apa yang harus kami perbuat agar selamat.
18). Kasih : Benarkah kalian mau? Aku sangat senang mendengarnya. Bertobatlah, kembali kepada Tuhan. Percayalah bahwa ampunan Tuhan pasti selalu ada.
Berserahlah kepadaNya, karena Dia yang telah lahir dikandang domba, disalibkan dan mati, yang telah bangkit dan naik ke sorga selalu menantikan anak-anakNya kembali. Tanggalkanlah sifat burukmu dan mulailah hidup baru. (Sifat-sifat jelekpun menggoyangkan selempang sifat yang ada pada mereka).
19). Sukacita : Hore… dunia akan tetap indah, senyum akan terasa kembali karena kedamaian diam di antara kita, maka aku mau hidup seribu tahun lagi. Terima kasih Tuhan Yesus.
Sambil bergandengan tangan menyanyikan lagu: Kasih itu lemah lembut, kasih itu memaafkan, kasih itu murah hati, kasihMu sungguh tiada taranya. Ajarilah kami ini saling mengasihi, ajarilah kami ini saling mengampuni, ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan, kasihMu sungguh tiada taranya.
IV. Liturgi Ragam Profesi
(dengan pakaian dan gaya profesi)
Prolog: Karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa, maka hatinya selalu dikuasai oleh iblis sehingga manusia itu hanya mau memikirkan dirinya sendiri dan menganggap hanya dirinya yang baik di antara sesamanya, terlebih lagi karena dia mempunyai pekerjaan yang dapat memberikan keuntungan kepada orang lain. Manusia itu menjadi egois dan tinggi hati. Inilah liturgi beragam profesi.
1). Petani: Aku seorang petani yang pada mulanya dikatakan Tuhan dalam kitab Kejadian 3:17d “Dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu” maka aku mengerjakan tanah ini agar dari tanah yang kutanami padi dan tumbuh-tumbuhan lainnya dapat menghasilkan. Aku bekerja mulai dari pagi hingga sore dan tidak mengenal lelah. Aku mencangkul dan mengolah tanah supaya ada bahan makanan. Itu berarti pekerjaanku tepat sekali, dan kalau aku tidak ada, pastilah kalian tidak bisa makan.
2). Artis: (sambil menyanyikan satu kata lagu). Aduh teman-teman semua, nih penampilanku, akulah yang paling benar. Pekerjaanku menghibur orang dan aku selalu terhibur. Aku selalu diperlihatkan oleh khalayak ramai dan aku selalu membuat orang tertawa. Akulah public figure yang selalu bersih dan cantik sehingga membuat orang banyak simpatik.
3). Tukang Ojek: Memang, supir itu penting… namun apakah supir dapat mengantar kamu sampai ke pelosok –pelosok kampong? Hanya ojek yang bisa melalui jalan sempit maupun jalan setapak, apalagi kalau pulang orang rantau mau antar ke kampong yang tidak bisa dilalui mobil, biar juga mereka punya uang untuk bayar taksi tapi akulah yang antar mereka sampai ke tempat.
4). Pendeta: Saudara-saudari yang kekasih dalam Yesus Kristus, marilah kita sejenak merenungkan arti pekerjaan kita masing-masing . Perlu juga merenung mengapa kita ada di dunia ini, dan untuk apa kita tercipta di dunia ini yaitu supaya kita saling menolong dan melengkapi. Kalaupun kita memiliki profesi yang berbeda, itu semua adalah berkat Tuhan. Ingatlah saudara-saudara bahwa kita adalah ciptaan Tuhan. Dialah yang memberikan jabatan dan profesi dalam pekerjaan kita agar kita mengabdi kepadaNya melalui pekerjaan kita masing-masing. Kalaupun kita harus bekerja, syukurilah karena itu kita lakukan untuk kemuliaanNya saja agar apa yang kita kerjakan itu dapat menghasilkan sukacita bagi kita dan orang lain juga. Karena itu, janganlah kita menjadi sombong dan membanggakan diri, tetapi marilah kita merendahkan diri di hadapan Tuhan supaya kita ditinggikan karena ada tertulis dalam Yakobus 4:10 “Rendahkanlah dirimu dihadapanNya maka ia akan meninggikan kamu”. Marilah kita kerjakan dengan baik profesi kita tersebut karena Bapa di sorgapun masih bekerja seperti yang dikatakan Yesus dalam Johannes 5:17b; ”BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga”. Amin.
Liturgi Dialog.
(Oleh Tiarma Siahaan & Marino Sihombing)
Prolog: Natal memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang, tergantung pada pengalaman mereka di saat-saat natal, ada yang berpikir natal itu menyenangkan, namun ada juga yang menyatakan bahwa natal itu bagitu menyedihkan.
1). Anak Sekolah Minggu: Natal… itu menyenangkan banget…!!!
Dibeli baju baru, sepatu baru, banyak hadiah pokoknya seru deh..
2). Anak jalanan : Kalian sih enak, bagaimana dengan kami. Natal itu begitu suram,
Jangankan baju baru makanpun tidak, kami hanya bisa menangis melihat kemewahan di sekitar kami. Kami semakin terlupakan. Tuhan tolonglah kami…!
3). Anak Remaja : Wah itu sih gak zamannya lagi dek!! Dikalangan kami Natal sih begitu luar biasa apalagi disaat-saat latihan natal, kesempatan dong ketemu cewek-cewek cantik, cowok-cowok ganteng, dengan alasan sama orangtua latiha Natal. Martina gitu lho…!!!!!!!!!
4). Naposo Bulung : Ok banget tuh..! itu memang benar, selain martina kita mau tunjukkan bahwa kita mampu membuat Natal yang sangat hebat dan meriah sehingga dapat sumbangan dana dari donator-donatur yang terkenal. So pasti banyak untungnya kan. Jadi Natal itu adalah ajang bersenang-senang dan mencari untung.
5). Orangtua : Dasar anak muda!. Kalian tidak pernah memikirkan orangtua kalian..’
Pusing.. pusing… sekali!!!!!! Kalau sudah natal kepalaku pusing sekali, sikit-sikit uang ,…. sikit-sikit uang,….beli bajulah, beli sepatulah, hadiahlah.
Semua serba uang, bisa-bisa akupun dijual demi uang.. bagaimana tidak anak saya ada Sembilan semua minta beli baju baru…. Wah uang-uang pusing….!
6). Pedagang : Wah kan bagus itu buat kami.
Natal..natal wah sangat menyenangkan barang-barang habis semua, harganyapun sangat tinggi sehingga aku banyak untung…
kalau saja natal sebulan sekali pastilah aku kaya raya.. terima kasih natal, kau telah buat aku banyak uang walaupun aku harus capek. Tapi aku dapat banyak untung….!
7). Karyawan perusahaan: Saya juga senang sekali dengan adanya natal saya bisa liburan, kan capek kalau kerja terus…. Dengan natal saya bisa bersenang-senang, jalan-jalan, belanja-belanja, semuanya deh..
8). Polisi : Natal… ah repot deh!
Lalu lintas padat, macet,,,, macet,,,, macet banget!!
Kecelakaan banyak semuanya pada liburan. Aku sungguh lelah.. walaupun semuanya orang liburan saya harus tetap kerja bukan hanya menjaga jalan, gereja juga harus dikawal soalnya banyak kerusuhan yang terjadi, ia tidak…
9). Biblevrouw : Syalom saudara-saudariku bertobatlah sebab natal adalah sukacita,
sebab natal adalah sukacita sebab Yesus telah lahir, mati, bangkit
dan naik ke sorga hanya karena dosa-dosa kita. Hari ini marilah kita
mengundang Yesus lahir kembali di dalam hati kita seperti Firman
Tuhan berkata dalam (Mazmur 126:3)
“Tuhan telah melakukan per-ra besar kepada kita, maka kita bersukacita”.
Liturgi IV Situasional (Refleksi dari Amos 5:12-17).
1). Pelayan Gereja:
Apakah yang seharusnya dilakukan Gereja dalam pelayanannya kepada dunia yang penuh dengan ke- jahatan dan ketidakadilan? Disana sini terlihat penindasan, kekerasan kepada pekerja dan buruh, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan kepada anak. Ada lagi penganiayaan Gereja dimana umatMu tidak diperbolehkan membangun Bait SuciMu.
2). Muda/mudi Gereja:
Apakah yang harus kita lakukan sebagai orang muda di Gereja ketika kita melihat betapa banyaknya Pengangguran, betapa banyaknya orang-orang muda jatuh ke dalam pencobaan, betapa banyaknya orang-orang muda hidup dalam pergaulan bebas, betapa banyaknya orang-orang muda hidup dalam dunia NARKOBA, betapa banyaknya orang muda hidup dalam keputusasaan. Marilah kita bangkit berdiri karena Kristus menguatkan kita dengan Roh KudusNya.
3). Kaum Ibu:
Tuhan, di dalam kekerasan hati dan kedegilan kami dalam mendidik anak-anak kami, kami menjadi gagal tetapi Engkau tidak mencampakkan kami sebab kami berharga di hadapanMu. Banyak kaum perempuan di negeri kami yang tega membuang anaknya, ada yang tega menganiaya dan mendidik dengan penuh kekerasan.
Banyak pula perempuan yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya sementara suami-suami mereka tidak memikirkan kesehatan dan kesejahteraan para istri mereka dan anak-anak mereka, apakah yang akan kami lakukan dengan situasi demikian?
4). Kaum Bapak:
Tuhan, Engkau adalah tanduk keselamatan bagi setiap orang yang hina dan teraniaya; kiranya Engkau menuntun para pemimpin gereja untuk mengingatkan kami kaum bapak agar ikut serta membangun kerohanian jemaatMu terutama di tempat kami tinggal masihbanyak kaum bapak yang malas ke Gereja, tetapi malah rajin ke kedai tuak dan warung kopi. Tuntun juga dengan tangan kananMu para pemimpin bangsa agar dapat memikirkan hal-hal yang baik bagi kami. Apakah yang harus kami lakukan dalam keadaan seperti ini?
5). Pemerhati Lingkungan:
Tuhan Maha pencipta alam semesta, apakah yang harus kami perbuat lagi atasciptaanMuyang telah dirusak oleh sebagian orang untuk mengeyangkan perutnya sehingga merusak diri kami sendiri bahkan mengambil nyawa saudar-saudara kami karena korban banjir, longsor dan polusi udara?
Kami tidak mampu menatap alam yang indah lagi karena ulah manusia yang merusak alam kami, menebang pohon, menimbun sampah di selokan dan membuat pabrik raksasa tanpa memperhitungkan kesegaran udara di sekitar kami.
6). Pendidik:
Perhatikanlah ya Tuhan seruan umatMu, betapa kami sangat susah mendidik anak-anak kami karena Perkembangan zaman komputerisasi. Anak-anak kami lebih suka mencari pengetahuan yang tidak layak karena hanya memuaskan nafsu mereka saja yang semua itu sangat mudah diperolehnya dari internet di dalam computer dan hanphone.
Bagaimanakah kami melakukan HukumMu untuk mendidik dan mengajar anak-anak kami tersebut? FirmanMu berkata dalam Amsal 22:15 “Kebodohan melekat pada orangmuda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya”.
Mampukanlah kami melakukan tongkat didikan yang dari padaMu saja.
7). Pemerhati Sosial:
Kacau balau. Kerusuhan dan anarki serta terorisme menimpa negeri kami ya Tuhan sehingga kami merasa hidup kami terancam. Apakah yang harus kami lakukan untuk keadaan yang kacau balau ini?
Engkau berkata supaya kami jangan takut karena Engkau menyertai kami sampai kesudahan zaman. tetapi kami sering tidak melihat pertolonganMu karena ketakutan kami lebih besar dari pada kekuatanMu. Datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.
Merenung…. Sejenak diiringi music (selama 1 menit).
Selasa, 11 November 2014
Langganan:
Komentar (Atom)